Translate to

Saturday, January 10, 2015

Kita Manusia

Sambil menyeruput cadbury coklat dan diiringi dengan alunan waweks (wawancara eksklusif) metro tv, kembali seluruh memori kenapa bisa sampai berdiri di sebuah Universitas besar yang melahirkan pemimpin besar masa ini. Nah, sampai disini mulai dihitung kegiatan yang ada yaitu mulai dari pemira, natal, musyawarah besar, fsde, dan ceo. Dan bisa dirangkai menjadi satu kata yaitu proses. Sudah tercatat 2 bulan lebih website ini ditinggalkan. Namun, sebagai sebuah mahasiswa yang baru dan “belajar” kita harus tahu bahwa dunia ini memberikan berbagai kemungkinan ketakterhinggaan kepada kita. Neil Amstrong pernah bercerita ketika dia mengorbit bulan, dia melihat bumi dan bumi bisa ditutup dengan jari tangannya. Betapa kecilnya kita jika dipandang dari langit, dan betapa kita harus tahu bahwa dunia menawarkan berbagai kemungkinan.

Don’t afraid to make friends.

Mungkin satu kata yang bisa merangkai perjalanan saya. Ketika saya sampai di muka pintu UGM, tidak ada yang saya kenal, saudara bahkan sepupu tidak ada yang sampai di kota antah berantah. Perjalanan selama satu semester ini membuat saya kenal dengan banyak orang mulai dari perbagai macam kepribadian dan perbagai sikap hidup. Ada yang pendiam pembawaannya, tapi pemikirannya terbuka terhadap kemungkinan- kemungkinan. Ada yang bicaranya banyak, dan pemikirannya berisi. Namun ada yang bicaranya banyak, namun bekerja sedikit dan tidak bisa dibuktikan eksekusinya. Banyak sifat yang beragam bisa membuat kita belajar mengenai kehidupan
Jangan takut memiliki teman, siapa tau orang di kirimu menjadi teman baikmu sampai dengan hari ini, dan teman di kananmu memiliki pemikiran yang berbeda haluan dengan kamu. Jangan kaget jika kamu diisukan dengan hal yang tidak kamu ketahui apalagi kamu ingini, dan jangan bingung dengan perputaran kegiatan yang sangat-sangat dinamis
Ini hidup! Dan tidak ada tempat bagi orang yang tidak berjalan seiring kehidupan. Mungkin saya terlalu banyak minum coklat Cadbury sehingga mabuk. Saya tutup dulu ya, nanti kebanyakan. Karena yang banyak belum tentu berisi, dan yang sedikit tidak ada isinya

Salam 

Sunday, May 18, 2014

Benarkah Uang?

Manusia memang tidak bisa berhenti berharap, dijaman ketika banyak orang meminggirkan dirinya untuk mendapatkan uang. Tentu saja uang yang bernominal Soekarno Hatta memang penting. Namun di balik itu semua, uang memegang misteri keberadaannya mulai dari nilai tukarnya, sampai dengan sistem moneternya

Uang yang terbuat dari kertas begitu penting. Sejak dahulu kala orang membuat sistem perdagangan barter namun dirasakan bahwa barter tersebut tidak efektif. Tidak dimungkinkan bahwa untuk membeli emas sebanyak 5 kg saja dibutuhkan 10 sapi ke pasar tersebut tentu saja akan merepotkan baik penjualnya maupun pembelinya. Lalu manusia merumuskan penggunaan uang logam pertama tama sebagai representative bodied money mengapa dikatakan representasi? Karena manusia menggunakannya untuk keperluan barter tersebut. Dirasakan keterbatasan dalam mengolah logam mas mulia di sistem merkantilisme (yang dikembangkan perancis inggris) maka mulailah bank mengeluarkan kertas sebagai full bodied money tidak berbeda jauh dengan uang yang kita pegang saat ini,uang ini digunakan masyarakat untuk transaksi. Lalu pertanyaan yang lain, apakah manusia percaya uang tersebut? Sebagai representasi dari logam mulia, sebenarnya uang tersebut dipercaya oleh masyarakat sebagai medium pembayaran.

Uang menyimpan khasiat?
Dahulu di sistem perbankan yang ada, uang disimpan di dalam bank. Nah masyarakat diminta menukarkan logam muliannya dengan uang tersebut. Jadinya, di dalam uang tersebut terkandung nilai logam mulianya. Permasalahannya apakah sesedrthana itu uang bekerja? Jawabannya tidak. Di jaman sekarang ini, untuk mencari emas saja susah, maka uang tetap sebagai representasi

Dasyatnya sistem perdagangan membuat uang rentan hilang, hancur. Muncul juga masalah masalah seperti kenaikan harga akibat mekanisme pasar. Maka dibutuhkannya otoritas moneter.

Sunday, April 27, 2014

Bahan Pelajaran Kelas VIII

Salinlah catatan ini seluruhnya dan kerjakan tugas dibawah ini! Kumpul minggu depan!

SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT

1. Setelah mengetahui tentang sakramen tobat, kita akan belajar mengenai sakramen pengurapan orang sakit. Hubungan dosa antara manusia dengan Tuhan telah diperdamaikan dengan 4 unsur sakramen tobat yaitu penyesalan, pengampunan, absolusi, dan penitensi. Namun fisik manusia kadang lemah sehingga memerlukan pertolongan dan juga sakramen keselamatan.

2. Pernahkah kamu sakit? Ceritakan pengalaman kamu sakit! ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

3. Tontonlah video berikut! Yesus menyembuhkan orang buta, Sepanjang karya pelayanannya Yesus menaruh perhatian besar terhadap orang sakit. Ia menyembuhkan banyak orang. Orang buta di video itu awalnya tidak bisa melihat, orang tuli dibuatnya mendengar. Didalam setiap perikope, Yesus menyembuhkan orang dengan menumpangkan tangannya sehingga orang tersebut sembuh. Dari sebab itu, peristiwa penumpangan tangan, peristiwa sabda, dan pengampunan dosa tidak dapat dipisahkan.

4. Sakramen perminyakan diberikan oleh Yesus. Peristiwa ketika Petrus menyembuhkan perwira Romawi, membuktikan bahwa sakramen perminyakan diberikan kepada orang yang membutuhkan. Siapa yang membutuhkan? yang membutuhkan adalah orang yang sedang menghadapi sakit keras, bahaya kematian, lanjut usia, dan operasi besar. Pastor memegang dahi orang yang sakit, mengurapinya, dan berdoa atasnya

5. Makna Sakramen

  • Sakramen perminyakan menganugerahkan kekuatan Roh Kudus suatu daya untuk memulai kehidupan yang baru
  • Sakramen tersebut ibarat kita menyatukan seluruh penyakit, kelemahan kita dengan kurban Kristus disalib (bdk. Salfivici Doloris)
6. Jawablah pertanyaaan berikut!

  1. Tontolah video diatas! Ceritakan kembali bagaimana kisahnya, apa yang Yesus lakukan untuk orang sakit?
  2. Menurutmu apa tujuan dari sakramen pengurapan orang sakit?
_________________________________________________________________________________


Tuesday, March 25, 2014

Himbauan KAJ untuk Kaum Muda


Berselang dua minggu sebelum terlaksanannya Pertemuan mengenai sosialisasi pemilih pemula di MBK, KAJ pada hari Minggu (9/3) juga mengumpulkan sekolah-sekolah Katolik sekeuskupan dan paroki-paroki yang berasal dari dekenat-dekenat. Tujuannya kurang lebih sama untuk menyosialisasikan pemilih agar arif dalam memilih. Pertemuan yang diselenggarakan di aula Katedral menghadirkan Rm. Benny Susetyo, Toto, dan Ketua KPU DKI Jakarta. Ada beberapa hal praktis yang harus dilakukan oleh pemilih pemula di Keuskupan ini
1.     
                                 Pemilu akan diselenggarakan 2 tahap. Pertama pada 9 April, khusus untuk memilih DPR, DPD, dan DPRD. Pemilihan akan difokuskan untuk memilih lini pejabat legislative. Sedangkan pada 9 Juli, kita akan memilih Presiden dan Wakil Presiden. Yang perlu diperhatikan adalah pertama mengenai daerah pemilihan (DAPIL) untuk wilayah Jakarta Barat adalah DAPIL 3. Kedua, presidential threshold dimana syarat untuk menjadi presiden adalah 20% suara legislative, sehingga diperlukan kearifan juga dalam memilih dalam pemilu legislative. Karena, partai yang mendapat porsi besar di legislative akan melaju di pemilu eksekutif/ presiden. Pak Toto, juga secara gamblang merilis hasil analisanya mengenai partai politik dan tokoh-tokoh potensial yang akan menjadi kandidat maju sebagai presiden dan wakil presiden. Kedua hal pokok diatas harus disikapi dengan baik agar sebagai pemilih pemula tidak terjebak pada janji-janji saja
2.       Sebagai umat Katolik, kita harus berani terlibat. Kaum muda diharapkan berperan sebagai agen sentral. Salah satu upayanya adalah dengan mengikuti pemilu. Bagaimana suara kita di bilik selama 5 menit akan berpengaruh sepanjang 5 tahun kedepan. Luar biasa kan? Nah, di dalam memilih legislative maupun presiden, Umat Katolik (baik pemilih pemula maupun pemilih tidak pemula) harus berpedoman pada Surat Gembala KWI perihal pemilu. Kriteria legislative yang dapat dipilih menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan. Sedangkan kriteria partai politik yang dipilih adalah yang menjujung nilai kebangsaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika (lih. http://katolisitas.org/12593/surat-gembala-konferensi-waligereja-indonesia-kwi-menyambut-pemilu-legislatif-2014) Rm. Benny menambahkan juga, memang terlalu banyak syaratnya bagaimana kita menyederhanakannya. Kita harus menyingkronkan janji-janji kampanye dengan nilai-nilai yang tertera diatas.
          Perlu kejernihan dalam melihat calon presiden maupun calon wakil presiden yang akan memimpin Indonesia, dijelaskan bahwa masalah-masalah mulai dari korupsi, ketidakadilan kadang menjadi penghambat bagi pembangunan nasional. Sehingga, para pemilih pemula diwajibkan untuk melihat rekam jejak di dalam memilih calon presiden maupun wakil presiden, apakah terikat dengan kejahatan masa lalu, apakah terikat dengan kejahatan korporasi. Seperti yang dikutip Paus Fransiskus “Jangan memilih koruptor, karena ada baiknya jika koruptor diikatkan pada batu kilangan dan dibuang ke laut.”

Teman-Teman pemilih pemula selamat memilih, selamat menentukan nasib bangsa ini.

Saturday, March 22, 2014

Ketika Tubuh Dipisahkan dari Nurani

Melihat berbagai komposisi yang dibawakan dalam karya Riantiarno membuat dahi kita berkerut. bahkan sampai dengan malam, artikel ini ditulis, saya masih bertanya tanya apakah terjemahan yang tepat di dalam pergantian masa penuh kebebasan ini. Drama yang dibawakan dalam rangka 37 tahun teater koma dan merupakan karya yang berlatar belakang sosial politik ber judul Demonstran, haruslah dilihat secara jernih. sehingga saya membaginya menjadi dua bagian analisis, makro dan mikro.

Situasi setelah reformasi telah dijelaskan bahwa kebebasan menjadi dambaan, masyarakat yang menggunakan pers, berkembangnya industralisasi yang cepat dan kuat. Hal ini juga terjadi dalam diri Topan. Seorang demonstran yang menjadi konseptor di dalam proses menggerakan ide reformasi. Masalah yang muncul dia sekarang adalah seorang wirausaha yang sukses mengelola bisnisnya. Keenganannya untuk mendobrak pemerintahan karena kehidupannya telah mapan, bekerja sama dengan pemerintahan dan sebagai kolaborator yang mrnarik. DPR yang memuji kinerja Topan karena dianggap berhasil mendobrak pemerintahan orde yang lama, bahkan seorang calon presiden menginginkan Topan diabadikan menjadi patung. Menjadi sadar bahwa ia duganakan untuk kampanye akhirnya dia melakukan protes. Namun, sayang bahwa akhirnya nyawa dari tubuhnya harus dilepas dari nuraninya yang penuh rasa bersalah

Sastra memang berbicara dengan bahasa yang universal. Pembicaraan Topan dan bekas temannya : apakah definisi rakyat sejati? Dengan pertanyaan sederhana seperti itu, kita masuk dalam dimrnsi makro yang ada di pemerintahan
1. setelah ords baru tumbang, banyak demonstran yang mrnjadi dpr maupun mpr dengan alasan bahwa mrreka menjaga kedaulatan rakyat, fakta yang terjadi di lapangan adalah bahwa mereka suap menyuap milai dari komisi 1 sampai dengan 10
2. masalah kekuasaan menjadi pelik. Apalagi jika kekuasaan yang ingin didapatkan adalah dengan bentuk pencitraan. partai betlomba lomba untuk membuat kampanye agar menang dalam pemilu selanjutnya dengan cara menerima suap
3. hubungab organisasi ekonomi dan pemerintahan yang tidak sehat. dikarenakan kadang dengan alasan yang sama pemerintahan membuat aturan seperti outsourcing yang justru merugikan terlebih pemerintah lambat bekerjasama dengab organisasi pendidikan agar setidaknya masyarakat memiliki kesadaran politis berdaya guna
4  mengenai demonstrasi. Demonstrasi adalah bagaimana penyaluran pendapat, walaupun kadang kemenangan menjadi tujuannya untuj saat ini. demonstrasi sebelum orde baru benar benar untuk rakyat. inilah titik tolak perbedaannya

catatan penutup
manusia sebagai makhluk yang bebas memiliki kebebasan, bahkan kebebasa n untuk mengetahui jika suatu tindakan itu salah. Dan juga yang terpenting adalah bahwa sebagai seorang jangan blubard blubard atau berbicara omong kosong yang dibituhkan adalah kerja nyata. omong kosong tidak bisa dipisahkan dari kedalaman hati nurani. Hati nurani bekerja demi kemanusiaan

Monday, January 27, 2014

Setiap Manusia Punya Hak

Marxisme berbicara bahwa kadang kita dibodohi, bahkan dijadikan objek bukannya subjek ini adalah inti gagasannya mengenai alienasi. Memang benar bahwa konsep alienasi dimana manusia menjadi semakin asing dengan lingkungannya kian menjadi nyata. Bukan saja dalam hal agama, manusia menjadi rentan untuk tidak bersosialisasi. Ada 3 poin utama mengenai hak asasi. Hak asasi untuk hidup, hak asasi untuk berpendidikan, hak untuk berbeda.

Hak asasi baru diketahui ketika Inggris diparuh 1800an dengan bill of rightnya membuat manusia mrmulai kehidupan yang sedikit lebih bebas dari tatanan feodal yang menjerat. Memang pada waktu itu, tuan tanah menginjak martabat manusia, membuat manusia dijadikam barang, apalagi mereka yang benar benar termarginalkan. Mengapa manusia harus hidup, kalau ada kesusahan seperti ini? Setiap kalo kita bangun dan mulai bekerja bukanlah anda berpikir sudah sangat esensial makna hidup. Lalu pertanyaannya, sedangkal itukah makna hidup anda? Hidup kadang diperebutkan dalam sketsa kelaparan, saat etnis rohingya diserbu di Myanmar, dan saat anak anak suriah mati tertembak oleh sniper pasukan pro pemerintah. Itukah makna hidup? Menurut penulis hidup yang dimaknai adalah kontribusi. Kontribusi atas apa yang anda geluti. Jadilah sesuatu yang memang benar benar berguna. Lingkup yang kecil tidak mempenharuhi jikalau ada niat.

Hak untuk berpendidikan. Sampai sekarang, penulis masih menganggap kalau pendidikan merupakan jalan tercepat dalam menempuh strata. Kadang memang orang berebut mencari pekerjaan, mencari muka, namun secara umum, memang pendidikan menjadi model untuk mencari kerja. Dengan bermodalkan sehelai kertas dengan nama anda disitu maka setidaknya UMP DKI sudah ditangan anda setiap bulan. Saya kira pendidikan bukan hanya sebatas itu. Pendidikan itu mengkader. Kader untuk gerakan baru yang harus terus disiapkan. Jangan sampai bahwa karena sudah berpendidikan maka tidak rela jika ilmunya disebar ke orang lain.

Hal yang terakhir adalah hak untuk berbeda. Setelah saya lihat bahwa orang Indonesia beraneka ragam, itu adalah modal sosial sebagai penggerak bermasyarakat. Memang rasisme atau apartheid telah selesai, namun bentuk rasisme yang baru akan dimulai, ketika memang kehidupan ekonomi membedakan orang. Saya tertarik dengan kata kata Gusdur : kalau engkau berbuat yang baik, engkau tidak akan ditanya agamamu. Begitu singkat dan begitu jelas bahwa multikulturalisme menuntut pandangan radikal agar dunia ini menjadi seimbang

Sunday, December 29, 2013

Kemanusiaan yang terpecah

Mungkin kita pernah menengok bagaimana orang berinteraksi tanpa memperdulikan sesamanya. Jaman instagram marak terjadi yaitu saat nilai kemanusiaan tidak diperhatikan dimana fokusnya hanyalah pada kamera. Semua saat harus direduksi hanya sebatas rana kamera dan momen yang indah. Memang bagus kalau melihat momen dan foto yang memenangi pulitzer namun ada perasaan yang menggangu kemanusiaan. Di koran lalu, ada berita yang menyatakan apakah foto yang memenangi pulitzer yaitu foto anak telanjang yanh lari akibat bom atom membuat publik bertanya, apakah benar fotografer sampe rela dan tidak tega menolong perlukah kita merefleksikan kesadaran kita sampai sebatas mana. Jangan sampai tereduksi oleh momen

Thursday, November 28, 2013

Syarat Kesepian

Kadang definisi tentang kesepian menjadi kabur. Mungkin karena dunia kita direduksi oleh berbagai hal yang dapat menguras tenaga dan juga menguras perkara bibir. Kerja bibir adalah saat dimana hanya kata kata dan bukan tindakan yang bekerja. Di tengah konsumerisme ini, walaupun memiliki berbagai sisi yang baik dan bagus ada juga sisi yang buruk. Manusia tidak bisa berelasi dengan Tuhan, manusia menjadi tidak diam, dan manusia merusak budaya

Ini mungkin adalah salah satu hipotesa saya mengenai relasi dengan Tuhan. Di dalam dunia yang sibuk dan memiliki1001 kemungkinan yang ada, banyak sekali yang mungkin terjadi di dalam satu momen. Dunia kadang tidak mengingat penciptanya walaupun kadang argumen saya bisa dibantah dengan angka pengikut religius. Namun perlu diingat ritus tidak sama dengan perbuatan nyata. Relasi terkuat adalah lewat doa. Mau apapun agamanya, doa merupakan sarana dan prasyarat yang lainnya adalab doa. Doa menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup ini, karrna hidup adalah sarana dalam eskatologis doa.

Manusia tidak bisa tenang, karena manusia tidak bisa diam. Interaksi manusia modern dibatasi oleh kepopuleran. Orang yang populis adalab orang yang mampu bersosialisasi, mampu mrnggaet popularitas, dan akhirnya hidup sejahtera. Redefinisi yang begitu sempit dan pragmatis. Lalu kenapa ketenangan bukan hakekat manusia? Mungkin karena manusia jarang memberi dirinya tempat untuk diam, untuk merenung

Manusia adalah homo homini lupus, manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya. Sikap destruktif tanpa ketuhanan akan berhenti pada sikap munafik dan naif. Manusia berperan hanya sebatas role model dan inilah kesalahan terbesar di dalam diri manusia yang memiliki sikap destruktif

Ketenangan adalah bagian integritas dari dalam. Saya bukannya menyarankan orang untuk meniru ini, tetapi nikmati dahulu ketenangan agar kita tidak ikut dalam arus jerat kebiasaan

Sunday, November 24, 2013

Our Different World

Sometimes, actualisation makes people realize what is the difference between rich people and poor people. In this statement i want to quote one of those book who was written from one of professor in indonesian university Rhenald Khasali. He wrote that even many people have high income only several who are delivered the money circulation. In this moment, I want to apologize if my english not good enough.

My journey began yesterday. I had seen the starving games film, one of the following record after the hubger games and off course the film make me realize about our stratification culture in our civilization. Why I say that? That's some of enlightment that i had:

1.the manager also have position in our society. He act as he was a master. He can control what he achieve
2. Also society will have some of indifference people who likes proletar

It's contradict what we had learn in primary school. We learned that many people must achieved high rank. I assume i must added "but some of those not"

History will remember the winner. I dont know which speech its belongs, but surely it's time to ask, its right that our world difference

Saturday, October 5, 2013

Ketika malam tak lagi cemburu

Kini waktu melangkah
Mrninggalkan kesah dan rasa
Kini engkau tahu bahwa aku lemah
Diatas pembarigan yang membuai karsa

Dan saat nya aku terdiam
Apakah ini takdir yang mengenyam
Dan apakah ini adalah saat memikirkan
Apa yang telah kupikirkan sejak kekeliuran msa lampau

Terbaring
Berbaring
Membarigkan
Kesesatan

Monday, September 16, 2013

Haruskah orang menjadi sadar

Setiap orang dilahirkan. Mau dia sebagai manusia dan juga sebagai makhluknya... ditengah perjalanan yang penuh dengan kedurhakaan dimana setiap langkah diawasi dan setiap kaki menuju arah menjadi semakin tercahaya, mungkinkah ini sekali lagi bahwa sang pencerah akan datang. Atau mungkinkah semuanya hilang sirna.

Hidup di ambang batas 17 ini kunantikan sesuatu... dimana nilai humanisme menjadi sukma dan juga nilai duniawi hilang trrhapus oleh jejak. Tanpa kata dan tanpa kiasan, aku serahkan seluruhnya kepada semua orang yang mengasihiku... aku berdoa kiranya rahmat diberikan kepada merrka... dan akhirnya aku terdiam tanpa bahasa walaupun hampir 4 bahasa aku kuasai... tetap saja dahan itu rapuh... ya kembali lagi mungkinkah aku yang menjadi dia yang tidak terselami... aku yang disukmai dia mrnjadi dirinya

Ambang 17 september 2013
Dimana aku bisa dituntut dimuka
Belajar dari teknologi posting s3

Friday, July 26, 2013

Pembentukan Lewat Sulaman

Siapa tau bahwa kadang sulaman memerlukan ketelitian dan perulangan berkali kali. Kadang kita tidak sadar bahwa sulaman memerlukan waktu yang lama dan akhirnya akan dipetoleh renda yang bagus.

Saya tertarik pada prngalaman saya tentang percasis baru baru ini. Yang terjadi adalah bahwa pembentukan menjadi siswa selama 4 hari. Memang selama 4 hari tidak mungkin membentuk mereka secara langsung tetapi adanya pembiasaan lewat seluruh dinamika. Baik dinamika yang memerlukan fisik dan mental yang baik.

Lalu muncul pertanyaan mengapa diperlukan yang namanya prmbiasaan. Latar belakang ini disebabkan karena backgroundnya berbeda. Tidak mubgkin melebur langsung mereka semua tanpa mereka belum merasakan BERSAMA. Karena pertama tama untuk membuat dasar kelompok yang solid dibutuhkan sadhana atau sadar

Mengapa kadang diperlukan kesadaran kalau mereka sadar sudah masuk di kanisius. Sadar sendiri belum cukup. Cukup ketika mereka tahu dan akhirnya berani melakukan lewat dinamika. Dinamika itu sendiri bukan mesin pengojlokan yang sarat kekerasan tetapi berdasar trial and error. Selebihnya saya sangat senang ketika melihat tawa para siswa baru ketika selesai. Saya tidak akan menceritakan proses itu namun saya tertarik bahwa mereka perlu perjuangan untuk sampai di akhir

Catatan penutup
Kiranya penting untuk mengetahui pentingnya membentuk siswa. Catatan reflektifnya adalah membentuk siswa di dalam sistem atau di luar sistem? Dan kompetensi yang diharapkan penting atau tidak?

Friday, June 14, 2013

Marxisme dan Kita

Marxisme seorang sosiolog konflik yang terkenal yang mencetuskan bagaimana materialisme mempengaruhi kebidupan manusia. Apa yang menarik dipelajari dari marxisme yaitu bagaimana orang harus berpikir keluar dari jamannya.
Penulis bukan marxis dan nuga sosialis namun yang jelas adalah kedua hal teraebut berbda

Tuesday, March 19, 2013

Mengapa Jatuh?

Orang selalu bertanya mengapa ia jatuh dan apakah Tuhan ada di sebaliknya? Keinginan manusia untuk memiliki kebahagiaan selalu didasari oleh 2 hal menurut Aristoteles yaitu Internal dan Eksternal nilai ini bekerja di dalam diri manusia dan menyebabkan manusia selalu ingin bahagia Jika ini merusak salag satu nilainya, kecenderungan manusia adalah pergi dan menjauh.

Kejatuhan selalu didukai bahkan dianggap sebagai malapetaka
Sekaeang penulis berada di jalan menuju Bali dan yang penulis inginkan adalah bagaimana membumuh kemacetan,mau membunuh rasa tidak enak dan inginnya cepat kuluar dari keadaan tidak enak.

Lalu bagaimana pandangan agama sendiri. Pandangan aalah satu dokumen gereja yaitu solucitudo rei socialis mengatakan bahwa penderitaan kita merupakan penyatuan korban Kristus di altar.

Namun sebagai manusia pasti kita ingin lari menyudahi seluruh keausahan. Ya itu persis yang talcott parsons katakan bahwa itu adalah mekanisme fungsional atau AGIL salah satu konsep yamg saya ingat yaitu adaptasi. Memang adaptasi diperlukan di dalam persaingan hidup ini

Kaitan antara Kristus dan adaptasi adalah bahwa hidup haruslah diusahalan di dalam Allah. Memang terdengar terlalu suci. Namun orang yang tidak beragama atau beriman lebih jahat dari seorang pemerkosa beragama. Hidup dijiwai dengan makna

Tuesday, March 12, 2013

Konklaf: Berkat atau Kutuk?

"Konklaf tidak akan sebentar." -Kardinal Donald dari USA-

Percaya atau tidak ini adalah suatu animo masyarakat. Kompas merilis berita ini bahkan media-media ternama meliputnya mulai dari ABC News, BBC News, Al-Jazerra, sampai dengan Antara. Konklaf menjadi suatu kesenangan bagi masyarakat, banyak media yang merilis apakah ini ramalan bahwa konkalf ini akan menjadi yang terakhir atau mungkin saja konklaf ini akan menjadi tanda kiamat dari St. Malachy yang ada di Inggris. Setidaknya itu animo dan persepsi bukan suatu fakta, setidaknya untuk saat ini.

Berbicara mengenai konklaf mata semua orang tertuju, mungkin komenan mengenai konklaf ini bisa saja sampai 3000an komen dan ini adalah tradisi Indonesia mengomentari apa yang sedang hangat dibicarakan. Sebagai fakta saja, salah satu Kardinal asal Indonesia tidak ikut dalam konklaf yaitu Kardinal Darmaatmaja, SJ karena alasan sakit. Jadi apakah konklaf adalah berkat bagi Indonesia?

Banyak masalah yang harus dibicarakan dan juga dituntaskan oleh Gereja Katolik menghadapi tantangan jaman ini mulai dari sekularisme di dalam Gereja sendiri, terutama bagaimana membumikan Allah bagi anak muda, dan bisa saja masalah pelecehan seksual yang dilakukan para pastor di Eropa. Syukur, di Indonesia belum terjadi seperti itu. Dan boleh dikatakan itu adalah berkat bagi kita. Indonesia telah melewati perjalanannya bersama dengan 5 agama dan juga umat kepercayaan lain dan itu sah-sah saja bahwa kadang-kadang konflik ada untuk menjadi integrasi bagi kita

Mungkin, ketika saya mempost ini para Kardinal di bagian Eropa sana sudah duduk di Kapel Silistine. Secara ini adalah bagian antara pemilihan. Mata semua orang tertuju dari semuanya mata Asia, Mata Afrika, mata Amerika. Semua tidak bisa diam sambil menantikan bagaimana wajah dari Paus yang baru. Sambil bisa kita bilang bahwa ini adalah berkat dari budaya manusia

Monday, March 11, 2013

RASA MANUSIA BEBAS

MENJADI MANUSIA YANG BEBAS 

Hanya bisa tertawa, hanya bisa merenung menyaksikan film identity thief movie yang mungkin di bioskop-bioskop belom dirilis pada tahun 2012. Saya baru menontonnya tadi sore, dan bagi saya film itu menjadi suatu perjalanan hati. Wah, bahasanya filosofis ya? Karena film ini bersinopsis sungguh aneh namun nyata. Bayangkan apabila anda dicuri identitas credit card nya dan juga identitas itu digunakan oleh pencuri untuk berfoya-foya sampai 12000 US Dollar dan anda bisa mengampuni. Bingung ya? Kadang, kita hanya bisa menyalahkan suatu peristiwa. Saya tertarik dengan kata-kata seorang pembesar di NAZI yaitu Adolf Hitler. Dia berkata "Banyaknya perbuatan jahat bukan karena orang jahat tetapi bungkamnya orang-orang baik." 

Saya kira, perjuangan menjadi benar-benar manusia yang sadar terhubung dalam jejaring sosial begitu penting. Social Connection itu membuat orang harus sadar dimana ia berada dan ingin kemana dia setelah itu. Dalam dunia sosial pun kita melihat banyak orang dengan berbagai sifat dan kepribadian, pentinglah untuk mengetahui sifat mereka, bagaimana mereka terangsang dengan suatu keputusan, dan reaksi atas keputusan tersebut. Singkatnya, kita harus tahu mengenai kondisi lingkungan dan diri kita.

Hal kedua yang penting adalah mengenai interaksi manusia. Penting untuk dicermati lingkungan menjadi tempat orang dibentuk dan juga diajari melakukan sesuatu. Dalam film thief tersebut pemeran wanita sangat sedih karena harus menemukan realitas dimana ia menpu seorang yang baik hatinya. Dan ini membuatnya tidak karuan dan akhirnya tidak rela menipunya sekali lagi. Pandangan sosiolog mengenai perspektif interaksionalisme benar karena mau tidak mau kepribadian manusia dibentuk oleh lingkungan di sekitarnya

Ajakannya yaitu agar kita mau dan tahu posisi kita dimana. Potensi yang aku punyai dan juga perbedan yang aku miliki dengan yang lain. Toh, bagi saya tidak ada orang yang baik dan jahat, semua berada dalam lingkaran kepentingan. Misalnya aku berinteraksi dengan b karena dia eksis, dia cantik, dan dia manis. Kalau si c itu jelek dan juga tidak eksis makanya lebih baik aku menjauh. Saya kira, sikap seperti itu tidak bijak karena social connection tersebut melekat pada diri manusia dan tugas setiap manusianya membuat seorang manusia menjadi manusia atau tidak.


Sunday, December 30, 2012

Keberagaman dan Sosialisme di Vietnam (3)



Saya akan melanjutkan kisah saya, mengenai perjalanan di Vietnam. Sepulang dari Reunificatiom Palace, kami menikmati makanan khas vietnam. Maaf karena saya tidak bisa menyebutkan makanan Vietnam. Karena saya hanya diajak dan semua makanan di Vietnam sangat enak sekali. Saya dipesankan makanan dan semuanya bisa saya bilang sangat sehat.

Keesokan harinya saya diajak oleh teman saya, untuk mengunjungi delta sungai Mekong. Delta sungai Meong sangat berperan penting bagi hidup warganya. Adanya fasilitas pariwisata, membuat kapal kkami menuju tempat makan penuh sekali. Para turis asing banyak yang ikkut dalam tur delta sungai mekong. Hal menarik yang laiin adalah kulinernya yaitu nasi yang berbeda dengan Indonesia. Jika nasi yang ada di Indonesia normal dan biasa. Nasi di Vietnam memiliki tekstur lembut karena diremas dahulu sebelum dimasak. Dan salah satu keajaiban yang lain, kami diharuskan menggulung dengan kertas beras maupun dengan selada makanan yang aan disajikkan. Di delta sungai meong kami sangat menikkmati iringan musik vietnam. Walaupun kami tidak mengerti, namun kami hanya menikmatinya. Kan namanya juga wisatawan.

Perjalanan dilanjutkkan lagi, keesokannya, saya dibawa ke Cu Chi Tunnels. Salah satu objek wisata yang digemari di Vietnam. Tahu mengenai kisah perang Vietnam. Nah terjadi pada tahun 1950an dan berakhir tahun 1975 an. Merupakan pertentangan ideologi antara Komunis dan Liberalisme. Front Utara menyerbu front selattan. Dalam pertarungan tersebut, Vietkong menggunakan ruang bawah tanah yang sungguh terattur. Fakta yang mengejutkan adalah bahwa Cu Chi Tunnels membentang dari Cuchi sampaii dengan Saigon River. Bahkan katanya bisa sampai dengan kota Saigon. Kalau dihitung, jaraknya yaitu 70 km. Wah panjangnya. Untungnya, selama saya ke Vietnam, saya ditemani oleh buku propaganda sejarah Vietnam. Buku tersebut bercerita mengenai Ho Chi Minh yang berusaha mengeluarkan Vietnam dari jerat imperialisme. Di Cu Chi Tunnels inilah, kita bisa melihat mengenai benda-benda rampasan tentara selatan yang sangat luat biasa dibawah Partai Liberalisasi Front Nasional. Adanya suatu garis kerjasama yang sangat baik. Tapi yang saya rasakann adalah kerjasama dan kepahlawanan heroik di dalam Perang Vietnam.

Setelah melewati hari yang sangat mempatriotkan diri, kami pergi ke Vung Tau, selatan Ho Chi Minh. Disana kami menikmati nuansa pantai yang sangat indah. Pantainya terletak di belakang pegunungan. Dan kkeliatannya sepertti di Amerika Selatan atau Miami. Walaupun fasilitas rekreasi air belum ada, namun pantai tersebut mempunyai fenomena yang berbeda. Disitu juga ada patung Yesus seperti di Timor Leste dan juga Brazil.

Mengakhiri hari di Vietnam, memang sangat menyenangkan, dengan deburan pantai, saya bisa menyadari negara yang terbentuk berkat kerja keras dan penyaluran afeksi setiap insan. Thank You for Huy Gia, yang selalu mendampingi kami berpergian di Vietnam. Setidaknya kami mengenal prototipe dari Kebudayaan Vietnam. Terima kasih atas perjalanan yang tidak terlupakan dalam kalbu. Semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu.

Saturday, December 29, 2012

Keberagaman dan Sosialisme di Vietnam (2)

... sambungan
Reunification Palace memiliki nama kuno Norodom Palace, dibangun sudah cukup lama dan ditempati oleh pemerintah Saigon yang merupakan pemerintah resmi Vietnam Selatan. Pemerintah Vietnam Selatan dibantu oleh militer Amerika, dan bahkan Selandia Baru. Ini yang menyebabkan keinginan Ho Chi Minh mereunifikasi seluruh Vietnam. Namun sayangnya reunifikasi baru terjadi setelah Ho Chi Minh meninggal. Reunifikasi terjadi pada tahun 1975.

26 Desember 2012
Kami diajak untuk menyusuri Delta Mekong, Delta Mekong terbentang melewati 3 negara yaitu Laos Kamboja, dan Vietnam. Sungai Mekong ini berperan besar bagi kehidupan warga. Kami makan ikan gurame di sekitar perumahan di Delta Sungai Mekong. Kami juga berkesempatan untuk menyaksikan nyanyian dan alat musik dari Vietnam. Alat musiknya mungkin seperti alat musik China, namun yang jelas adalah kelucuan dari musiknya. Yaitu musiknya atau lagunya menghitung dari angka 1 sampai dengan 100. Kami disajikan mengenai gambaran mekong

...bersambung

Tuesday, December 25, 2012

Keberagaman dan Sosialisme di Vietnam (1)

Tanggal 24 sampai tanggal 29 adalah waktu bagi penulis untuk meluangkan isi liburannya di Vietnam, tentunya ada pengalaman yang baru dan juga unik di negeri yang masih menganut paham sosialisme. Ada beberapa hal yang ingin penulis sampaikan berkaitan dengan liburannya di Vietnam.

24 Desember 2012
Ada yang sudah mengenal Vietnam? Jika belum tahu Vietnam, Vietnam terletak di selatan China. Batas geografisnya di sebelah Barat adalah Laos dan Kamboja, di sebelah Timur adalah laut China Selatan dan orang Vietnam lebih suka menyebutnya laut Vietnam dan sebelah Selatan berbatasan dengan laut teritori Malaysia. Vietnam terkenal akhir-akhir ini karena ada persengketaan Pulau Diayou (versi Jepang) yang disengketakan juga dengan China, dan Filipina. Sampai banyaknya pengklaim dari pulau tersebut, maka sangat berlarur-larutlah persoalan ini.

Saya tiba di Vietnam pada tanggal 24 malam. Tiba di Tan Son Nhat Airport, Saigon ( Ho Chi Minh City) membuat saya agak kebingungan, karena perkembangan dari negara tersebut cukup pesat walaupun negara tersebut berpaham sosialis. Sebabnya, adalah terminal 3 yang dimiliki Indonesia kalah dengan terminal kedatangan, malahan lebih teratur dan lebih bagus, kesan pertama saya orang Vietnam begitu kaku, ditunjukkan oleh petugas Imigrasi yang berbintang 4. Setelah saya diajak ke rumah apartemen teman saya, kami berencana untuk pergi ke Gereja untuk menyambut Malam Natal. Ada satu yang berbeda dari Vietnam. Umat  Katolik mungkin pernah mendengar bibliodrama, di Vietnam hal ini sudah booming, sedang majalah Hidup baru mengulasnya bulan September atau Oktober, namun di Vietnam, misa sebelumnya memakai drama dahulu. Bahkan yang menarik di depan Gereja ada penjual pop corn. Ya saya merasa, mungkin mereka mengira bahwa drama tersebut adalah pertunjukan, dan itu hal yang lumrah. Bibliodrama yang disampaikan begitu menarik dengan iringan musikal dan juga penghayatan berdasarkan kisah injili yang sebenarnya. Misa dipimpin dengan Bahasa Vietnam, namun pesan Injil dan bacaan Liturgi sama, karena saya sebelumnya sudah membawa buku bacaan Liturgi. Dan mungkin inilah untungnya menjadi seorang yang mempunyai kebersatuan  dengan umat Katolik di seluruh dunia. 

Ada yang saya sadari mengenai kebudayaan Vietnam yaitu mereka suka berkumpul bersama untuk sekedar mengobrol dan juga berbicara bersama. Sepanjang jalan mereka berkumpul dan ada juga yang menyemprotkan salju buatan yang seperti hair spray. Apalagi didekat mereka selalu ada kegembiraan dan juga tawa. Saya melihat juga perbedaan antara yang kaya dan yang miskin tidak begitu terlihat. Kita bahkan bisa melihat orang yang memakai kemeja kotor bisa makan po yang sama dengan kita, artinya yaitu bahwa mereka mempunyai kemampuan membeli makanan.

Dalam sistem sosialisme ada yang dinamakan juga dengan People Comitte, menurut teman saya, organisasi ini mengerucut menjadi satu bagian yaitu Partai Komunis Vietnam. Hal inilah yang membuat Vietnam berbeda dengan negara Demokrasi yang lain, terlebih People Comitte hanyalah ajang boneka penyaluran pendapat karena tidak ada yang dinamakan pendapat itu.

25 Desember 2012
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, melihat natal yang sibuk. Natal yang bukan merupakan hari libur bagi kebanyakan orang di Ho Chi Minh City, karena begitu banyak orang yang bekerja pada hari ini. Lalu lintas begitu sepi pada pagi hari sehingga kami dapat tiba di war remnants Museum, suatu museum yang menyajikan mengenai gambaran Perang Vietnam itu. Saya melihat bagaimana bom orange itu melukai segi psikis maupun fisik dari masyarakat Vietnam, selain itu ketidak lurusan linear hubungan antara orang utara dan selatan. Karena orang selatan di backup oleh Amerika. Selain itu, disajikan hasil jarahan dari tentara Vietnam bahkan ada helikopter yang sangat besar sekali. Hal ini menunjukkan begitu menghargainya orang Vietnam dengan makna kemerdekaan. Dukungan dari pihak asing juga ada di Vietnam mulai dari Moskow, Beijing, sampai Kuba

Perjalanan berlanjut ke Reunification Palace dimana ada penandatanganan kesepakatan Utara dan Selatan bergabung menjadi satu. Setelah Amerika hengkang dari perang hal ini membuat  Utara berambisi merambah ke Selatan

...bersambung

Thursday, December 20, 2012

Ekaristi dan Komunitas


Ekaristi telah menjadi warisan tradisi Gereja Katolik. Sejak Jaman Petrus sampai dengan Benediktus XVI, Ekaristi telah mengalami dinamika perkembangan sejarah, dan terus menjadi kekayaan mendalam Gereja dan Umat Allah. Ekaristi ini, sudah mengalami perkembangan dari Misale Romanum Pius V, Konsili Trente, dan juga Konsili Vatikan II dengan dokumen SC (Sacrosanctum Concilium), dan tetaplah bahwa Ekaristi menjadi puncak dari kehidupan umat Kristiani (Lumen Gentium 11). Perkembangan ini didasari oleh Roh Kudus, dan pembaharuannya masih berlangsung hingga saat ini.
            Ekaristi menjadi satu-satunya dasar bagi kita berkumpul sebagai umat Kristiani, jika kita hari Minggu ke gereja, kita akan menyadari bahwa satu-satunya alasan kita berkumpul adalah untuk merayakan dan mengenangkan (anamnese) Kristus yang telah berkurban bagi kita hanya lewat dan melalui  Ekaristi. Oleh sebab itu, dalam DSA II ada kalimat “agar kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus”. Dan dengan demikian dimensi persekutuan, dimensi komunitas ditemukan lewat Ekaristi (Sacramentum Caritatis 15)
            Adakah jalan Ekaristi yang membentuk komunitas? Jawabannya ada. Coba sekarang kita termenung sejenak menyadari bahwa setiap Hari Minggu setelah misa selesai, umat memiliki agenda pelayanan tersendiri. Ada yang menjadi pembina BIA-BIR (Bina Iman Anak-Remaja), ada PSE, dan juga Legio Maria. Tentunya kegiatannya masih diperluas lagi. Dan ini membuktikan bahwa Ite Missa Est memiliki segi perutusan yang benar-benar nyata. Lebih jauh lagi, Ekaristi memberi bekal kita untuk berkegiatan rohani sepanjang Minggu.
            Saya masih ingat dengan cerita Henry Nouwen, salah satu Imam penulis yang baik mengenai Ekaristi. Bagaimana di suatu hari, di dalam kegiatan di Panti Asuhannya dengan anak-anak yang terlantar, ia mengakui bahwa Ekaristi menjadi bekal di dalam berkomunitas dan berkomitmen menyebarkan Kristus yang telah berkurban. Pengalaman ini begitu nyata, bagaimana pernah ia menangis bersama anak panti asuhan yang berdoa hanya dari kedalamman hatinya. Ada satu cerita lagi megenai Pedro Arrupe, seorang Jendral Jesuit saat Hirosima dan Nagasaki di luluhlantahkan oleh Fat Man dan Little Boy. Saat ia berada di Novisiat Nagasaki, ia harus membuka pintu rumahnya bagi para korban bom. Arrupe sendiri merupakan seorang dokter. Dan pengalaman yang ditulis dalam biografinya, adalah mengenai misa yang dilakukan ditengah kerumunan orang yang menderita. Bahkan kapelnya dijadikan tempat untuk merawat orang sakit. Buahnya adalah bagaimana orang yang dirawatnya setelah sembuh pasca PD II ingin dibaptis dan menjadi Katolik. Orang tersebut merasakan Ekaristi menjadi pendorong seseorang bersatu menjadi bagian komunitas.
            Komunitas merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Ekaristi. Kasih terhadap Allah tidak dapat dipisahkan juga dengan kasih kepada sesama (bdk. Mrk 12: 24-38). Mari kita bagikan kasih yang kita dapatkan dari EKARISTI ke dalam komunitas. Ad Maioreim Dei Gloriam

Tentang Saya

My photo
Dimensi kosmos yang ingin mengembangkan horizonnya

Pengunjung Berasal