Translate to

Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Saturday, January 10, 2015

Kita Manusia

Sambil menyeruput cadbury coklat dan diiringi dengan alunan waweks (wawancara eksklusif) metro tv, kembali seluruh memori kenapa bisa sampai berdiri di sebuah Universitas besar yang melahirkan pemimpin besar masa ini. Nah, sampai disini mulai dihitung kegiatan yang ada yaitu mulai dari pemira, natal, musyawarah besar, fsde, dan ceo. Dan bisa dirangkai menjadi satu kata yaitu proses. Sudah tercatat 2 bulan lebih website ini ditinggalkan. Namun, sebagai sebuah mahasiswa yang baru dan “belajar” kita harus tahu bahwa dunia ini memberikan berbagai kemungkinan ketakterhinggaan kepada kita. Neil Amstrong pernah bercerita ketika dia mengorbit bulan, dia melihat bumi dan bumi bisa ditutup dengan jari tangannya. Betapa kecilnya kita jika dipandang dari langit, dan betapa kita harus tahu bahwa dunia menawarkan berbagai kemungkinan.

Don’t afraid to make friends.

Mungkin satu kata yang bisa merangkai perjalanan saya. Ketika saya sampai di muka pintu UGM, tidak ada yang saya kenal, saudara bahkan sepupu tidak ada yang sampai di kota antah berantah. Perjalanan selama satu semester ini membuat saya kenal dengan banyak orang mulai dari perbagai macam kepribadian dan perbagai sikap hidup. Ada yang pendiam pembawaannya, tapi pemikirannya terbuka terhadap kemungkinan- kemungkinan. Ada yang bicaranya banyak, dan pemikirannya berisi. Namun ada yang bicaranya banyak, namun bekerja sedikit dan tidak bisa dibuktikan eksekusinya. Banyak sifat yang beragam bisa membuat kita belajar mengenai kehidupan
Jangan takut memiliki teman, siapa tau orang di kirimu menjadi teman baikmu sampai dengan hari ini, dan teman di kananmu memiliki pemikiran yang berbeda haluan dengan kamu. Jangan kaget jika kamu diisukan dengan hal yang tidak kamu ketahui apalagi kamu ingini, dan jangan bingung dengan perputaran kegiatan yang sangat-sangat dinamis
Ini hidup! Dan tidak ada tempat bagi orang yang tidak berjalan seiring kehidupan. Mungkin saya terlalu banyak minum coklat Cadbury sehingga mabuk. Saya tutup dulu ya, nanti kebanyakan. Karena yang banyak belum tentu berisi, dan yang sedikit tidak ada isinya

Salam 

Thursday, November 28, 2013

Syarat Kesepian

Kadang definisi tentang kesepian menjadi kabur. Mungkin karena dunia kita direduksi oleh berbagai hal yang dapat menguras tenaga dan juga menguras perkara bibir. Kerja bibir adalah saat dimana hanya kata kata dan bukan tindakan yang bekerja. Di tengah konsumerisme ini, walaupun memiliki berbagai sisi yang baik dan bagus ada juga sisi yang buruk. Manusia tidak bisa berelasi dengan Tuhan, manusia menjadi tidak diam, dan manusia merusak budaya

Ini mungkin adalah salah satu hipotesa saya mengenai relasi dengan Tuhan. Di dalam dunia yang sibuk dan memiliki1001 kemungkinan yang ada, banyak sekali yang mungkin terjadi di dalam satu momen. Dunia kadang tidak mengingat penciptanya walaupun kadang argumen saya bisa dibantah dengan angka pengikut religius. Namun perlu diingat ritus tidak sama dengan perbuatan nyata. Relasi terkuat adalah lewat doa. Mau apapun agamanya, doa merupakan sarana dan prasyarat yang lainnya adalab doa. Doa menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup ini, karrna hidup adalah sarana dalam eskatologis doa.

Manusia tidak bisa tenang, karena manusia tidak bisa diam. Interaksi manusia modern dibatasi oleh kepopuleran. Orang yang populis adalab orang yang mampu bersosialisasi, mampu mrnggaet popularitas, dan akhirnya hidup sejahtera. Redefinisi yang begitu sempit dan pragmatis. Lalu kenapa ketenangan bukan hakekat manusia? Mungkin karena manusia jarang memberi dirinya tempat untuk diam, untuk merenung

Manusia adalah homo homini lupus, manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya. Sikap destruktif tanpa ketuhanan akan berhenti pada sikap munafik dan naif. Manusia berperan hanya sebatas role model dan inilah kesalahan terbesar di dalam diri manusia yang memiliki sikap destruktif

Ketenangan adalah bagian integritas dari dalam. Saya bukannya menyarankan orang untuk meniru ini, tetapi nikmati dahulu ketenangan agar kita tidak ikut dalam arus jerat kebiasaan

Monday, September 16, 2013

Haruskah orang menjadi sadar

Setiap orang dilahirkan. Mau dia sebagai manusia dan juga sebagai makhluknya... ditengah perjalanan yang penuh dengan kedurhakaan dimana setiap langkah diawasi dan setiap kaki menuju arah menjadi semakin tercahaya, mungkinkah ini sekali lagi bahwa sang pencerah akan datang. Atau mungkinkah semuanya hilang sirna.

Hidup di ambang batas 17 ini kunantikan sesuatu... dimana nilai humanisme menjadi sukma dan juga nilai duniawi hilang trrhapus oleh jejak. Tanpa kata dan tanpa kiasan, aku serahkan seluruhnya kepada semua orang yang mengasihiku... aku berdoa kiranya rahmat diberikan kepada merrka... dan akhirnya aku terdiam tanpa bahasa walaupun hampir 4 bahasa aku kuasai... tetap saja dahan itu rapuh... ya kembali lagi mungkinkah aku yang menjadi dia yang tidak terselami... aku yang disukmai dia mrnjadi dirinya

Ambang 17 september 2013
Dimana aku bisa dituntut dimuka
Belajar dari teknologi posting s3

Tuesday, January 17, 2012

Dialog Agama sebagai Sosial Perubahan

           Seringkali kita mendengar kerusuhan yang mengatasnamakan agama di planet ini. Bak seantero dunia ikut berguncang dari ujung barat sampai ujung timur, tetap saja kekerasan selalu ada. Kita sering melihat pandangan pencemoohan, perendahan suatu inti dari kepercayaan orang itu. Padahal hakikatnya kepercayaan itu merupakan hak bagi setiap orang untuk mengekspresikannya, baik lewat tata cara ibadah, maupun ekspresi keberagamannya. Fakta bahwa Indonesia merupakan negara pluralisme memberi suatu implikasi terhadap sikap sosial masyarakat Indonesia. Mari kita bersama-sama membahasnya di dalam artikel ini.
            Pancasila sila pertama merupakan kebenaran dari filsafat negara tersebut. Bukannya memuja ataupun mengagung-agungkan pancasila. Namun, memang sila pertama berbunyi suatu pernyataan "Ketuhanan Yang Maha Esa". Setidaknya angka satu merupakan suatu awal. Tidak ada yang menolaknya kan? Awal dari suatu identitas suatu negara, negara yang subur terletak diantara persimpangan dunia. Pada saat rapat BPUPKI memang Ketuhanan menjadi suatu isu yang penting. Hanya Muhammad Yamin yang menekankan poin Ketuhanan sebagai suatu pedoman bagi bernegara. Soekarno menempatkannya pada akhir. Lalu seriring perkembangannya, munculnya Piagam Jakarta. Seluruh agama minoritas (baca : sedikit lebih kecil dari mayoritas) boleh berbangga. Pasalnya, Muhammad Hatta bersama dengan Soekarno merubah Piagam Jakarta menjadi Pancasila yang dikenal sampai dengan saat ini.
            Asia, sebagai abad baru, abad dimulainya lepas-landas ekonomi bagi sebagian negara di Asia (baca : India, China, Indonesia ) merupakan pusat filsafat. Keberagaman arus kepercayaan berlangsung di Asia. Agama-agama taurat berasal dari Asia, dan dari sanalah dipencarkan Çahaya Kebenaran ' itu. Sebagai bagian dari suatu komunitas ASEAN Indonesia memiliki peranan penting di dalam mempromosikan suatu komunitas agama yang beragam. Suatu negara dengan tingkat pluralisme yang tinggi.
             Masalahnya, sekarang ini, banyak agama belum berani berdialog didalam konteks teologi, suatu refleksi iman terhadap suatu agamanya. Memang, secara umum Indonesia belum siap dalam suatu dialog teologi antar agama. Karena suatu teologi agama mis. A bisa menyerang suatu agama B. Dialog teologi bisa dimulai ketika suatu bangsa siap akan kerukunan dan stabilitas keragaman.
             Penulis percaya bahwa keberagaman merupakan suatu yang bisa terjadi. Digarisbawahi kata bisa, karena bisa berarti akan terjadi atau tidak akan terjadi, dan jika kita meng-amin-i  suatu perubahan paradigma. Bersiap untuk menarik garis kata Indonesia diparagraf ke 3.

Tentang Saya

My photo
Dimensi kosmos yang ingin mengembangkan horizonnya

Pengunjung Berasal